Samarinda (Madrasah) – Siswa MAN 2 Samarinda tak akan pernah gentar menghadapi berbagai kompetisi. Menurut mereka, kompetisi itu merupakan tantangan. Pendapat tersebut dibuktikan dengan keberhasilan mereka membawa pulang berbagai piala, sertifikat, dan uang pembinaan dari berbagai lomba. Lomba tersebut adalah Euphorbio 10 Fakultas MIPA Unmul, Jurusan Biologi. Euphorbio 10 diselenggarakan oleh Asociation of Biologists Intellectual (ABI) atau Himpunan Mahasiswa Biologi FMIPA.
Euphorbio adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman. Acara ini berupa kompetisi dan kegiatan lain yang berkaitan dengan biologi. Euphorbio bertujuan untuk membangun generasi ilmuwan biologi masa depan.
Lomba tingkat provinsi ini berlangsung sejak tanggal 8 hingga 10 Agustus 2025. Lomba ini diikuti oleh siswa tingkat SMP dan SMA sederajat serta mahasiswa se-Indonesia. Pendaftaran dapat dilakukan secara online maupun offline sehingga memudahkan pendaftar dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. Pendaftar berasal dari sekolah-sekolah favorit negeri dan swasta. Mereka berasal dari Samarinda, Bontang, Tenggarong, dan Sendawar. Pelajar dari daerah-daerah tersebut merupakan saingan terbesar siswa MAN 2 Samarinda. Namun, berkat bimbingan Eddelwys Ivone Liqa Oktaviano, guru Biologi, mereka menjadi pejuang madrasah yang tangguh.
Para pejuang madrasah tersebut adalah; Muhammad Mus'ab (XII -A) sebagai Juara 1 Olimpiade. Nadia Pramesti (XII-A), Laire Aurasifa Radistya (XII-B), dan Axle Galih Indrani (XII-D) meraih Juara 2 Cerdas-Cermat. Siti Zulaikha Anastasya (XII-B), Inge Syahla Keary (XII-C), dan Namira Rahmadina (XII-F) memeroleh Juara 3 KTI. Zhalidya Nazhwa Fairus (XII-H) sebagai Juara 2 dan Faiza Dwi Efina (XII-A) Juara 3 dalam lomba Cipta Baca Puisi.
“Anak-anak kita emang luar biasa semangat juangnya. Bimbingan belajar untuk tim Cerdas-Cermat dan Olimpiade hanya setiap Sabtu, pukul 13.30--16.00. Hal tersebut berlangsung sekitar 2 bulan. Latihan full dari pagi sampai pulang sekolah selama 3 hari menjelang lomba. Alhamdulillah, untuk lomba Cipta Baca Puisi, saya dibantu Pak Karni,” ucap Ivone tersenyum.
“Adapun kendala yang dihadapi anak-anak yang akan mengikuti lomba yaitu pelajaran di kelas sangat banyak yang tertinggal dan tugas-tugas menumpuk karena anak-anak banyak dispensasi saat jam pelajaran menjelang lomba,” jelasnya kembali.
Ivone pun menggatakan bahwa adakalanya anak-anak malas berlatih karena kelelahan antara latihan dan mengerjakan tugas dari guru-guru. Ia berusaha memaklumi, karena mereka sebenarnya tidak malas latihan, semangatnya tinggi. Jika mereka tidak hadir latihan, itu karena mereka harus mendahulukan tugas-tugas pelajaran di kelas. mereka berusaha membagi waktu antara bimbingan dengan pelajaran di kelas. Dan waktu belajar di MAN 2 sangat padat sampai sore, shingga waktu bimbingan sangat terbatas.
Ivone juga mengatakan bahwa ketika pengumuman juara anak-anak sangat bangga, senang, dan terharu. Karena di tengah padatnya jadwal pelajaran di madrasah, mereka bisa berprestasi di bidang Biologi.
“Saya selalu berpesan kepada mereka dan untuk anak-anak yang lain, jangan patah semangat bila kalah. Jadikan pendorong untuk evaluasi diri, untuk memperbaiki kekurangan. Di lain waktu yang tadinya kalah, bisa jadi pemenang. Kepada yang menang, jangan sombong dan cepat bangga. Karena di lain kesempatan lawan bisa lebih kuat,” nasihat Ivone.
“Di tangan dingin Bu Ivone selalu lahir anak-anak yang hebat dan tangguh. Kami bangga kepada anak-anak dan pembimbingnya yang seperti tak pernah letih berjuang guna mengharumkan nama madrasah. Saya meminta kepada Bapak/Ibu Guru agar memberikan keringanan kepada anak-anak yang akan mengikuti lomba dalam menyelesaikan tugas,” pesan Sapini, Kepala MAN 2 Samarinda. (nh)
Siswa MAN 2 Samarinda Jago Euphorbio 10