Detail Berita

MAN 2 Samarinda Raih Prestasi Contestavita Polnes 2025

MAN 2 Samarinda Raih Prestasi Contestavita Polnes 2025

Samarinda (Madrasah) – MAN 2 Samarinda dikenal sebagai madrasahnya siswa-siswa berprestasi. Hampir tiap pekan ada saja yang menggondol piala maupun medali dalam setiap lomba ataupun kompetisi, mulai dari tingkat kota maupun nasional bahkan internasional. Kali ini tiga siswa terbaik meraih prestasi gemilang di bawah bimbingan Lenny Fauziasih, yang sekaligus merupakan guru mata pelajaran Bahasa Inggris di madrasah ini.

Ketiga siswa terbaik tersebut adalah M. Rafi Faris Fadillah, Kelas XI-4 sebagai Juara 1 Story Telling. Demikian pula Sonia Salma Hasan, Kelas X-6, meraih Juara 1 Speech. Adapun lya Tanwirul Habiba, Kelas X-7 ini, berhasil meraih Juara harapan Story Telling. Momen bergengsi dan menggembirakan ini mereka raih, Minggu (11/5/2025) di Kampus Politeknik Negeri Samarinda (Polnes).

Kompetisi Bahasa Inggris tahunan yang diselenggarakan oleh UKM MATE EC Polnes ini diikuti 28 sekolah SMA/MA. Ketika final tersisa 6 sekolah, yaitu MAN 2, SMAN 1, SMAN 3, SMAN 10, SMAN 13, dan SMAN 14 Samarinda. Saat babak penyisihan, Lenny membimbing mereka hingga sore. Namun, ketika final ia membimbing secara online guna memastikan persiapan mereka.

“Anak-anak sangat bersemangat, walaupun latihan hanya 2 atau 3 kali. Mereka mampu mengalahkan anak-anak SMA se-Kota Samarinda. Bahkan mereka tidak menyangka masuk final. Karena, di final ini mereka satu-satunya dari madrasah,” ujar Lenny via chat WhatsApp (WA).

Demikian pula yang disampaikan Rafi, siswa yang akan berangkat meninggalkan madrasah selama satu tahun ke Amerika. Ia terpilih sebagai peserta Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES). Sebuah program beasiswa penuh untuk siswa SMA/MA Indonesia yang dibiayai oleh U.S. Department of State.

“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa berpartisipasi dalam perlombaan di akhir tahun pembelajaran kelas 11 ini. Saya tidak menyangka bisa meraih gelar juara. Karena, saya kesulitan dalam menghafal. Saat pertunjukan pun saya sedikit terbata-bata karena blank. Namun, saya lanjutkan saja dengan bahasa saya sendiri tanpa sesuai teks Alhamdulillah, menjadi pembelajaran yang cukup berkesan bahwasanya the show must go on, pertunjukan harus terus berlanjut bagaimana pun caranya,” ungkap Rafi. 

“Jujur, saya merasa bahwa pada lomba ini persiapan saya sangat minim. Saya juga ikut lomba ini tidak terlalu berharap apa-apa. Apalagi ini pertama kali saya mengikuti lomba speech. Alhamdulillah, atas kehendak Allah Swt, saya berhasil meraih juara satu. Saya sangat bersyukur atas pencapaian tersebut. Di sini saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga,” papar Sonia.

Sapini, Kepala MAN 2 Samarinda menyampaikan rasa bahagia dan bangga terhadap siswa-siswinya. Ia memberikan ucapan selamat kepada pembimbing dan siswa berprestasi terbut meskipun melalui WA karena berita tersebut diterima pada hari Minggu.

“Kebahagiaan kami tak terkira atas prestasi anak-anak kita. Terima kasih kepada Bu Lenny yang telah membimbing anak-anak hingga menjelang Maghrib. Semoga menjadi ladang pahala untuk kita semua,” pangkasnya via grup WA. (nh)